Jumat, 30 Mei 2008

The Curse of Knowledge


The Curse Of Knowledge

Anda mungkin pernah mendengar seorang pakar yang berbicara di sebuah media massa. Dia pandai sekali. Bergelar professor dan sudah menulis 10 buku. Namun pemaparannya sungguh tidak dimengerti oleh kita. Atau anda ingat waktu kuliah, ada seorang dosen anda yang sudah belajar ke Amerika, Inggris dan Jepang. Sudah banyak pula literatur yang ditulis. Jelas dia pandai sekali. Namun ketika di kelas anda sering tertidur karena tidak memahami kuliahnya. "Omong apa sih dia," gumam anda ketika anda mengikuti kuliahnya.

Atau pada kesempatan lain anda pernah bertemu dengan bos/pimpinan manajemen yang berbicara dengan banyak kosa kata dan istilah-istilah yang tidak umum. Struktur kalimatnya juga rumit. Seperti mereka berkata, "Kita harus menyatukan persepsi pengetahuan kita dan memperbaiki kinerja perusahaan untuk mencapai titik kulminasi..." dan lainnya.

Kalau anda perhatikan kenapa hal itu bisa terjadi ? Adakah yang salah pada teknik komunikasinya di sini ? Ya, ini semua terjadi karena 'kutukan pengetahuan' atau 'the curse of knowledge'. Ketika anda mengetahui sesuatu secara keseluruhan dan anda ingin menjelaskan hal ini kepada orang lain; mahasiswa, bawahan, pemirsa TV, anda menganggap mereka juga punya pengetahuan dan latar belakang yang sama dengan anda. Sehingga anda menjelaskan dengan kosa kata dan istilah yang menurut anda wajar, tapi bagi yang lain adalah membingungkan.

Saya sering berseminar, saya juga sering mengajar. Ini adalah hal yang selalu saya coba hindari. Saya mengganggap mereka tidak punya pengetahuan dan latar belakang sayang sama dengan saya. Kareanya saya mencoba menceritakan dengan kosa kata dan struktur kalimat yang sederhana. Ini supaya audience mudah memahaminya.

Jadi para pimpinan, para pengajar alangkah baiknya untuk menghilangkan asumsi bahwa pendengar mempunyai latar belakang dan pengetahuan yang sama. Dengan ini kita bisa menghindari kutukan pengetahuan atau 'the curse of knowledge'. Dan selalu mencoba berbicara dalam bahasa yang sama dengan audience kita.

Selasa, 06 Mei 2008

Sparring versus AMG (again....)

Pada hari sabtu kemarin, tanggal 3 Mei 2008, Stan Volleyball Club (SVC) mengadakan sparring/latih tanding dengan tim dari Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG). Pertandingan persahabatan ini berlangsung di dalam Gedung G dan dimulai pada pukul 14.00 WIS (Waktu Indonesia STAN). Anggota SVC cukup banyak yang datang : Dimas, Hafiz, Adi, Samid, Lenox, Slamet, Hendor, dan kawan-kawan. Sedangkan tim AMG sendiri terdiri dari sekitar belasan orang berpotongan cepak dan seorang makhluk manis.

Kali ini SVC mengalami kemengangan telak, dengan menyapu habis 5 set permainan. Hal ini tak lepas dari fitnya dua toser utama SVC, Lenox dan Samid. Tehnik dan skill anak-anakSVC sendiri tidak mengalami penurunan yang cukup signifikan, walaupun SVC selama lebih dari dua bulan terakhir tidak mengadakan latihan rutin. Hal ini mempengaruhi teamplay selama pertandingan. Sering terjadi miskomunikasi dalam receive maupun kesalahan posisi ketika bertahan.

Pertemuan SVC berikutnya dijadwalkan pada besok hari Sabtu, tanggal 10 Mei 2008, dengan agenda latihan rutin dan reorganisasi pengurus SVC, dengan lokasi di gedung G.

Rabu, 23 April 2008

Taklukkan Musuh Bebuyutan, Andi/Koko Juara

SUNGAILIAT, SELASA - Smes Andy Ardiansyah gagal di blok Sataportn memastikan keberhasilan pasangan Indonesia I menjadi yang terbaik pada kejuaraan voli pantai Asia Pasifik Indonesia Terbuka di Pantai Parai, Bangka Belitung, Selasa (22/4).

Di partai puncak, tim Indonesia I Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo Darkuncoro berhasil mengalahkan musuh bebuyutan, pasangan Thailand I Sataportn/Borworn Yungtin dalam pertarungan tiga set yang berlangsung menegangkan, 19-21, 21-17, 15-8."Set pertama tadi kami lengah hingga berhasil diambil oleh pasangan Thailand. Servis mereka juga sangat bagus, kami sering mengira out tapi ternyata masuk," kata Andy seusai pertandingan.

Didukung sekitar 1.500 penonton yang memadati lapangan semi permanen yang terletak di kawasan Parai Beach Resort and Spa itu, Andy/Koko mencoba mendominasi pertandingan sejak awal. Hanya saja, Sataportn/Borworn memberikan perlawanan sengit. Dengan blok-blok yang sangat baik, beberapa kali pasangan Thailand mampu membendung smes yang dilancarkan pasangan tuan rumah.

Nilai pertama diperoleh pasangan Thailand setelah mereka berhasil mem-blok smes dari Koko. Setelah itu, pasangan tuan rumah berbalik unggul dan berhasil memimpin. Namun, setelah sempat unggul 19-17, Andy/Koko melakukan sejumlah kesalahan servis hingga perolehan mereka terkejar. Akhirnya, Sataportn/Borworn sukses memenangkan set pertama dengan skor 21-19 setelah smes Andy berhasil mereka blok untuk mendapatkan poin terakhir yang mereka butuhkan untuk menutup set.

Set kedua berlangsung tak kalah menegangkan. Pasangan Thailand kembali tampil mengejutkan dengan blok-blok rapat membuat Andy/Koko kewalahan saat melancarkan serangan. Sataportn/Borworn sempat unggul 16-14 sebelum sebuah servis ace Koko untuk merebut poin ke-15 menjadi titik balik kebangkitan pasangan Indonesia.

Setelah itu, smes maupun blok pemain tuan rumah terus menghasilkan poin untuk menutup set kedua dengan poin 21-17. "Servis ace dari Koko tadi berhasil membalikkan keadaan, setelah itu memang kami lebih mampu menguasai," tambah Andy.

Set ketiga, Andy/Koko tak lagi melakukan kesalahan seperti set pertama. Mereka tak memberikan kesempatan kepada pemain lawan untuk bangkit dan cukup mudah meraup poin.

Thailand I juara putri

Sementara di kelompok putri, pasangan Thailand I Kamoltip Kulna/Yupa Phokongploy menjadi juara. Mereka berhasil menundukkan rekan senegaranya, pasangan Thailand II Jarunee Sannok/Usa Tenpakse dengan dua set langsung.

Pertandingan berlangsung ketat di set pertama namun pasangan Thailand I mulai menunjukan keunggulan di poin-poin menentukan. Setelah terjadi deuce beberapa kali, Kulna/Phokongploy menyelesaikan set pertama dengan perolehan skor 23-21.

Set kedua Kulna/Phokongploy berhasil menyelesaikannya dengan lebih mudah. Mereka memastikan kemenangan dengan perolehan skor 21-19.

Sumber.kompas online

Make Money Here!!!